Latar Belakang Website Cinta Al-Qur'an
Apa yang kami lakukan di website ini adalah sebuah ekperimen mengimplementasikan paradigma ber-amal shaleh: Membangun Kepompong Diri.
Tujuan dari website ini adalah untuk diri kami sendiri, yaitu agar kami bisa lebih mencintai Al-Qur'an dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Akan halnya website ini ternyata berguna pula buat sahabat-sahabat pengunjung website ini, kami merasa bersyukur kepada Allah Ta'ala.
Pada awalnya kebutuhan kami sederhana saja, yaitu membuat website untuk membantu melakukan penelusuran dan pencarian ayat-ayat Al-Qur'an. Kemudian kami menyadari bahwa Al-Qur'an adalah sebuah Kitab Suci yang didalamnya bertaburan mutiara-mutiara berupa ribuan kata kunci yang berserakan di ayat-ayatnya. Jika diamati lebih cermat lagi, ribuan kata kunci ini membentuk sebuah jaringan kata kunci yang saling terkait satu sama lain.
Tidak mudah bagi kami untuk melakukan pencarian atas sebuah kata kunci, lalu mengikuti kata kunci yang berhubungan dengan kata kunci terdahulu, dengan hanya mengandalkan mesin pencarian yang telah kami buat. Diperlukan alat bantu yang lebih baik untuk memetakan jaringan kata kunci ini untuk memudahkan kami dalam menelusuri sebuah kata kunci, memahami maknanya, hubungannya dengan kata kunci lain, dan dimana saja kata kunci tersebut muncul dalam ayat suci Al-Qur'an.
Pemikiran ini mendorong lahirnya Ensiklopedi Al-Qur'an dan seluruh perangkat pendukungnya: mesin pencarian yang lengkap (bisa melakukan pencarian ayat dalam Bahasa Arab, Transliterasi, dan Terjemahannya), Index Al-Qur'an, dan Artikel-artikel untuk memperjelas kata kunci yang ada di Ensiklopedi.
Dalam membangun website ini, kami sama sekali tidak menargetkan waktu, akan tetapi kami mencoba untuk bersenyawa dengan pekerjaan ini. Sebagaimana ulat sutra, prioritas utama kami bukanlah membuat kepompong sutra secepatnya agar bisa segera dimanfaatkan oleh manusia (dalam kasus website berarti melayani pengunjung sebaik mungkin), akan tetapi prioritas kami adalah membangun kepompong yang kuat dan tahan cuaca agar jiwa kami bermetamorfosa secara sempurna (dalam kasus website berarti kami akan bekerja keras membangun website untuk mendapatkan ridha-Nya). Kedua hal tersebut nampaknya sama saja atau bisa berjalan seiring, akan tetapi jika dicermati, keduanya bisa bertolak belakang dan yang menjadi korbannya adalah diri kami sendiri. Ini adalah suatu hal yang tidak kami inginkan.

